3R


Reduce, Reuse, Recycle, atau disingkat 3R, merupakan 3 prinsip yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi permasalahan limbah. Prinsip 3R saat ini sedang marak diperkenalkan kepada masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan 3R?



Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, reduce berarti mengurangi, reuse berarti menggunakan kembali, dan recycle berarti mendaur ulang. Penerapan prinsip ini secara benar dan menyeluruh pada dasarnya kan sangat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan manusia.

Berbagai bentuk penerapan prinsip 3R sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1960-an. Pada pertengahan tahun 1970, manusia mulai mengurangi ketebalan kantong plastik belanja hingga 70% tanpa mengurangi kekuatannya. Kaleng minuman yang saat ini kita lihat memiliki komposisi aluminum sepertiga lebih sedikit, sedangkan popok bayi sekali pakai yang ada saat ini memiliki komposisi bubur kertas 50% lebih sedikit.


Tidak hanya dalam hal kebutuhan sehari-hari, penggunaan prinsip 3R juga telah diterapkan dalam hal infrastruktur. Bangunan pencakar langit yang ada saat ini memiliki komposisi baja 35% lebih sedikit dibandingkan gedung tahun 1960-an. Penggantian onderdil dari besi dengan plastic dan bahan lain yang dapat di daur ulang juga telah banyak diterapkan.

Salah satu Negara yang pertama kali menerapkan prinsip 3R dalam skala besar adalah Jerman. Pada tahun 1991, Negara ini memberlakukan peraturan pengemasan tersulit di dunia. Peraturan tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengurangi sampah yang ditimbun atau dibakar, mengurangi produksi sampah, dan penggunaan kembali atau daur ulang kemasan produk yang ada.

Berdasarkan peraturan yang diberlakukan di Jerman, distributor produk harus mengambil kembali kotak kemasan yang telah dipakai untuk didaur ulang atau digunakan kembali, sedangkan pembakaran (insinerasi) kemasan bekas pakai tidak diperbolehkan. Peraturan ini menyebabkan lebih dari 600 perusahaan harus membayar sebuah biro jasa non-profit untuk mengumpulkan kembali, menyortir, dan memproses ulang kemasan yang telah digunakan.

Walaupun demikian, keberhasilan program ini dapat terlihat pada tahun 1997. Sekitar 86% kemasan produk yang ada di Jerman dapat didaur ulang. Kemasan plastik kehilangan pasaran hingga sepertiga bagian, digantikan dengan bahan kaca dan kertas karton yang dapat didaur ulang. Sedangkan dari sector ekspor-impor, sebanyak 75% kemasan barang yang masuk dan keluar dari Jerman menggunakan bahan yang dapat digunakan kembali.

Di Indonesia, prinsip 3R telah mulai diberlakukan, walaupun masih relatif sedikit dibandingkan Negara maju. Penggunaan kantong kain pada beberapa pusat perbelanjaan mulai diterapkan. Hal ini dapat mengurangi penggunaan kantong plastik atau kertas, karena kantong kain dapat digunakan berulang kali. Penggunaan botol minum isi ulang juga dapat mengurangi jumlah botol plastik yang ada. Pada sektor industri, beberapa produsen menggunakan kain-kain batik bekas yang tidak terpakai untuk dirombak ulang menjadi sarung bantal cantik dan bergaya etnik. Bahkan, beberapa produsen telah mengekspor produk tersebut.

Kita sendiri secara individu juga dapat menerapkan 3R dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, menghemat penggunaan produk-produk seperti kertas, tisu, dam plastik, menggunakan kembali wadah-wadah bekas, dan membeli produk-produk yang dapat didaur ulang atau ramah lingkungan. Walaupun tampak sederhana, penerapan prinsip 3R oleh masing-masing individu akan member banyak keuntungan. Selain membantu berhemat secara pribadi, bayangkan berapa banyak limbah yang dapat kita kurangi jika semua orang menerapkan prinsip ini.

Metode Pembuangan Limbah B3

A.     Sumur dalam/sumur injeksi (deep wall injection)
Salah satu cara membuang limbah B3 agar tidak membahayakan manusia adalah dengan memompakan limbah tersebut melalui pipa ke lapisan batuan yang dalam, di bawah lapisan-lapisan air tanah dangkal maupun air tanah dalam. Secara teori, limbah B3 ini akan terperangkap di lapisan itu sehingga tidak akan mencemari tanah maupun air. Namun sebenarnya, tetap ada kemungkinan terjadinya kebocoran atau korosi pipa, atau pecahnya lapisan batuan akibat gempa sehingga limbah merembes ke lapisan tanah.



B.      Kolam penyimpanan (Surface impoundments)
        Limbah B3 cair dapat ditampung pada kolam-kolam yang memang dibuat untuk limbah B3. Kolam-kolam ini dilapisi lapisan pelindung yang dapat mencegah perembesan limbah. Ketika air limbah menguap, senyawa B3 akan terkonsentrasi dan mengendap di dasar. Kelemahan metode ini adalah memakan lahan karena limbah akan semakin tertimbun dalam kolam, ada kemungkinan kebocoran lapisan pelindung, dan ikut menguapnya senyawa B3 bersama air limbah sehingga mencemari udara.

C.      Landfill untuk limbah B3 (Secure landfills)
        Limbah dapat ditimbun pada landfill, namun harus pada pengamanan tinggi. Pada metode pembuangan secure landfill, limbah B3 ditempatkan pada drum atau tong-tong, kemudian dikubur dalam landfill yang didesain khusus untuk mencegah penemaran limbah B3. Landfill ini harus dilengkapi perlengkapan monitoring yang lengkap untuk mengontrol kondisi limbah B3 dan harus selalu dipantau. Metode ini jika diterapkan dengan benar dapat menjadi cara penanganan limbah B3 yang efektif. Namun, metode secure landfill merupakan metode yang memiliki biaya operasi tinggi, masih ada kemungkinan terjadi kebocoran, dan tidak memberikan solusi jangka panjang karena limbah akan semakin menumpuk

Penyebab Polusi Air


Beberapa kelompok pencemar utama di air adalah sebagai berikut.

·         Agen penyebab penyakit
Agen penyebab penyakit adalah organisme-organisme yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit.
Contoh : bakteri, virus, protozoa, dan cacing parasit.

·         Limbah yang memerlukan oksigen
Limbah yang memerlukan oksigen adalah limbah organik yang dapat diurai oleh bakteri aerob. Contoh: kotoran manusia dan hewan, sisa-sisa tumbuhan, dan limbah industri (pengolahan makanan, kertas, dan minyak).

·         Bahan kimia organik
Bahan kimia organik merupakan senyawa kimia yang mengandung atom karbon.
Contoh: pestisida (DDT, aldrin, dieldrin, heptaklor, dan klordan), minyak, gasolin, plastik (vinil klorida), pelarut produk pembersih (benzena, karbon tetraklorida, kloroform, trikloroetilen), dterjen, dan PCB (Poliklorinasi befinil).

·         Bahan kimia anorganik
Bahan kimia anorganik merupakan polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon, misalnya berbagai senyawa asam, senyawa garam-garaman, dan logam berat.
Contoh (logam berat): timbal (Pb), arsenik (As), dan merkuri (Hg).

·         Nutrien tumbuhan
Nutrien tumbuhan merupakan senyawa-senyawa kimiayang dapat menstimulasi pertumbuhan tumbuhan dan ganggang (algae).
Contoh: nitrat (NO3), fosfat (PO4), dan amonium (NH4).

·         Sedimen
Sedimen adalah endapan berbagai partikel padat. Partikel tersebut dikatan polutan jika jumlahnya berlebihan.
Contoh: partikel pasir, lempeng, lumpur, dan batuan di dasar perairan.

·         Bahan radioaktif
Bahan radioaktif adalah bahan yang mengandung atom-atom dari senyawa isotop yang tidak stabil sehingga memancarakan radiasi secara spontan.
Contoh: radon, iodin, dan uranium.

·         Panas
Polusi yang disebabkan oleh panas disebut polusi termal. Panas dikatakan sebagai polusi jika berlebihan sehingga mengakibatkan suhu perairan meningkat terlalu tinggi.

Polutan Lingkungan Kerja


Berbagai lingkungan kerja tidak menyadari bahwa kegiatannya akan menghasilkan polutan. Berikut adalah tabel jenis polutan udara, air, dan tanah yang dihasilkan oleh kegiatan lingkungan kerja.

No
Lingkungan Kerja
Jenis Polutan
1
Agrikultur
(pertanian/perkebunan)
Partikel tanah, nitrogen, fosfor, kalium, pestisida (insektisida, fungisida, herbisida), ammonia, dan ammonium.
2
Pertambangan
Sianida, arsenic, merkuri, tumpahan minyak, materi radioaktif, dan sulfur
3
Industri tekstil
Tetrakloroetilen, metilen klorida, klorobenzena, toluen, benzena, NOx (NOS4, NOS), pewarna pakaian, dan desinfektan seperti insektisida
4
Rumah sakit
Sisa obat-obatan, alat kesehatan bekas pakai, dan materi radioaktif
5
Industri kertas
Natrium hidroksida, klorin (Cl2), dan klorin dioksida (ClO2)
6
Perminyakan
Tumpahan minyak, nitrogen oksida, sulfur dioksida, senyawa organic mudah menguap (volatile), dan logam berat

Sumber Polusi Air


Sumber polusi air dibedakan menjadi dua sumber, yakni sumber langsung (point sources) dan sumber tak langsung (nonpoint sources).

Sumber Polusi
Pengertian
Contoh
Sumber langsung
Sumber polusi yang membuang polutan di lokasi spesifik melalui pipa, selokan, atau saluran pembuangan langsung menuju badan atau permukaan air.
Pabrik, tempat pengolahan limbah, pertambangan, dan tangki minyak.
Sumber tak langsung
Sumber polusi yang asalanya dari area lahan luas atau dari partikel-partikel yang terbawa udara, yang mencemari air melalui aliran air atau pengendapan senyawa dari atmosfer
Aliran atau rembesan senyawa kimia dari lahan pertanian, peternakan, perkotaan, jalan raya, area parker, dan tempat penebangan hutan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVussojNte83OhbcNFJoMC4FdqiODBjsSguuYi9CEsK-uiC8Ax8gB1vCslM9Haiy6We13cBLK2xDBEWWjW68eJN4wjNa1QCoq0CAlnOODkIWA1tVJHAKrv6GOuRGbAaXWwUITLkN2tFcx4/s1600/air+pollution_focus_0.jpg




















Sumber-sumber polusi diatas menghasilkan berbagai macam polutan, seperti pada tabel.

Jenis Polutan
Sumber utama
Agen penyebab penyakit
Limbah rumah tangga, buangan hewan
Limbah yang memerlukan oksigen
Kotoran hewan dan manusia, limbah industri, aliran buangan dari perkotaan
Minyak
Buangan mesin dan kendaraan bermotor, kebocroan pipa, tumpahan tangki, dan sumur minyak
Pestisida dan herbisida
Lahan pertanian dan perkebunan, program pembasmian nyamuk
Plastik
Rumah tangga dan industri
Deterjen
Rumah tangga dan industri
Senyawa-senyawa berklorin
Industri kertas dan industri lain yang memerlukan proses pemutihan (bleachin), air yang ditambahkan klorin (sebagai desinfektan)
Senyawa asam
Pertambangan, limbah industri, pengendapan asam
Garam-garaman
Irigasi pertanian, pertambangan, limbah industri, ladang minyak, aliran buangan dari perkotaan
Timbal
Bahan bakar yang mengandung timbal, bebrapa pestisida, peleburan timbal
Merkuri
Limbah industri, fungisida
Nutrien tumbuhan (fosfat dan nitrat)
Pertambangan, limbah rumah tangga, limbah industri, air limbah yang tidak terolah dengan baik, industri pengolhan makanan, fosfat yang terkandung pada deterjen
Sedimen
Erosi tanah, aliran dari pertanian, pertambangan, hutan, kegiatan pembangunan (konstruksi)
Bahan radioaktif
Batuan, tambang uranium, pembangkit tenaga nuklir, pengujian senjata nuklir
Panas
Air pendingin dari industri dan pusat pemabngkit listrik.


Indikator Polusi Udara


Polusi udara dapat terjadi di dalam ruangan (indoor pollution) maupun di luar ruangan (outdoor pollution). Berikut
Sumber  Indoor  Pollution
Sumber Outdoor Pollution
Asap rokok
Letusan gunung berapi
Perapian
Kebakaran hutan
Senyawa-senyawa pembersih
Pembakaran bahan bakar fosil
Kompor
Kendaraan Bermotor
Produk-produk perawatan tubuh dan pakaian
Pabrik/Industri
Bahan-bahan baku bangunan
Pembakaran sampah

  

Sumber-sumber polusi diatas menghasilkan polutan-polutan sebagai berikut.
Jenis Polutan
Sumber Utama
Sulfur Oksida (gas dan partikulat)
Pembakaran bahan bakar industri, proses peleburan logam
Ozon
Reaksi fotokimia
Timbal dan mangan
Kendaraan bermotor
Materi partikulat, klorin, dan kadmium
Produk pembakaran berbagai bahan/zat buangan industri
Nitrogen oksida (NO dan NO2)
Pembahakaran bahan bakar industri, bangunan pembangkit listrik, kompor gas, perapian, kebarakan hutan, tanah pertanian yang di pupuk berlebihan
Karbon monoksida dan karbon dioksida (CO dan CO2)
Pembakaran bahan bakar industri dan kendaraan bermotor
Formaldehid
Asap rokok, perabot kayu
Asbes
Ubin, atap
Amonia
Produk-produk pembersih
Hidrokarbon
Asap rokok, pembakaran bahan bakar industri dan kendaraan bermotor
Trikloroetan
Semprotan aerosol
Para-diklorobenzena
Penyegar/pengharum ruangan
Tetrakloroetilen
Uap cairan dry-cleaning pada pakaian

Hujan Asam



Hujan sebenarnya secara alami bersifat asam (pH sedikit dibawah 6, karena CO2 dengan uap air di udara membentuk asam lemah yang bermanfaat untuk melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan hewan). Namun berbagai polutan udara dapat meningkatkan keasaman air hujan, sehingga disebut hujan asam.
Hujan asam didefinisikan sebagai hujan dengan pH di bawah 5,6. Polutan yang menyebabkan hujan asam adalah nitrogen oksida dan sulfur oksida. Zat-zat di atmosfer dapat bereaksi dengan uap air untuk membentuk asam sulfat, asam nitrat, dan asam nitrit yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan.


Dampak dari hujan asam diantaranya :
·         Mempengaruhi kualitas air permukaan bagi biota yang hidup di dalamnya.
Suatu penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang erat antara penurunan pH dengan penurunan populasi ikan dan biota air lainnya di perairan.

·         Merusak tanaman.
Hujan asam dapat merusak jaringan tanaman sehingga menghambat pertumbuhannya dan dapat menyebabkan kematian.

·         Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah yang dapat mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan.
Air yang telah tercemar logam berat jika dikonsumsi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

·         Bersifat korosif
Sifat ini dapat merusak berbagai bahan logam seperti mobil dan pagar, monumen dan patung, atau komponen bangunan.

·         Menyebabkan penyakit pernafasan.

·         Pada ibu hamil, dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan meninggal.

 

About Me

Foto Saya
Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Ini adalah AMAL JARIAH. Iya! amal jariah. Mengapa? karena ilmu yang saya ketahui saya tuangkan ke blog ini yang insyaallah akan bermanfaat bagi orang yang membacanya. SEMOGA :)

Followers